Bewara ti Palemburan

Yana Noviadi

Yana Noviadi

Proses pembelajaran dalam media terbuka seperti blog Mandalamekar merupakan sarana pendewasaan bagi proses demokratisasi di Desa Mandalamekar. Banyak hal yang perlu dijelaskan tapi karena keterbatasan waktu, ruang dan lainya menggunakan  media blog ini akan menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan permasalahan yang ada di desa kita. Saya melihat baik pihak yang pro ataupun pihak yang kontra adalah keduanya merupakan bentuk perhatian yang semuanya pasti berpikir untuk memajukan Desa Mandalamekar, apakah itu datangnya dari warga setempat maupun perantau. Sarana jalan pintu keluar atau masuk yang menjadi perhatian semuanya dimana warga setempat lebih merasakan dampaknya dari pada perantau yang datang sebulan atau setahun sekali. Perlu kami jelaskan dimedia ini bahwa upaya yang telah dilakukan oleh warga dan Pemerintah setempat sudah sangat optimal untuk memperkecil keterbatasan yang sangat mengganggu seluruh warga yang tinggal di Desa Mandalamekar. Upaya upaya itu antara lain :

  1. Sekitar tahun 2000 an Bupati Tasikmalaya yang masih berkuasa sampai  saat ini pernah berkunjung ke Desa Mandalamekar dan kami yakin bupati mengetahui dengan jelas kondisi jalan yang rusak saat itu.
  2. Perbaikan saran jalan menuju Desa Mandalamekar selalu menjadi skala prioritas nomor satu dalam musrembang Kecamatan Jatiwaras, begitu juga menjadi proritas pertama ditingkat Kabupaten.
  3. Desember 2004, Warga Desa Mandalamekar bergotong royong dilokasi Parung Jagong, Tanjakan Husan dan Tanjakan Oni, Cigarang, lokasi diatas termasuk wilayah Desa Kersagalih, dan sekitar 350 Meter jalan yang sulit telah diantisipasi warga dengan pengaspalan dan waktu itu hanya 2 orang perantau yang mau membantu dengan 3 drum aspal. Saking jauhnya lokasi perbaikan (Parung Jagong), warga sampai menginap ditenda selama 3 hari 3 malam.
  4. September 2007, Kunjungan Ketua Partai yang berkuasa saat ini (PPP) di Kab Tasikmalaya sekaligus sebagai ketua Komisi C pada saat itu berbicara didepan 5 ratusan Masyarakat yang hadir didepan kantor desa berjanji akan mengaspal jalan PU Kabupaten tersebut pada anggaran tahun 2008, akan tetapi kenyataanya sampai saat ini bisa kita lihat tidak ada perubahan apapun kondis jalan Kersagalih – Mandalamekar.
  5. Nopember 2007 atas inisiatif Camat Jatiwaras, Bapak Nondi Koswara bersama ke-empat kepala Desa (Mandalamekar, Mandalahurip, Kersagalih dan Ciwarak), menghadap kepala Dinas PU Kabupaten Tasikmalaya. Waktu telah menjadi Catatan, hasilnya hanya sampai menjadi catatan.
  6. Juli 2008 Kunjungan Sekda Kab. Tasikmalaya beliaupun berkata bahwa pengaspalan jalan tersebut bagian dari rekomendasinya, lagi lagi kenyataan nya sama seperti sebelumnya.
  7. Juni 2009, Desa Mandalamekar menjadi wakil dari Kab Tasikmalaya, dalam perlombaan Desa Peduli Hutan, walaupun tidak jelas ujungnya karena tidak pernah diverifikasi ditingkat lapangan dan setelah menunggu lama Desa Mandalamekar gagal ikut lomba dengan alasan Administrasi yang tidak lengkap. Padahal setelah diinvestigasi ternyata kondisi jalan itulah yang menyebabkan tidak adanya penilaian dilapangan dan banyak juga kunjungan yang dibatalkan hanya gara gara jalan rusak.
  8. Juli 2009, Proposal yang ditandatangani 5 orang Kepala Desa diajukan ke Pemda Kab. Tasikmalaya, sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas.

Kondisi tanjakan jalan Parung Jagong saat musim panas dan hujan kendaraan sulit melewatinya

Kondisi tanjakan jalan Parung Jagong saat musim panas dan hujan kendaraan sulit melewatinya

Masih banyak upaya lainnya yang telah dilakukan warga ataupun Pemerintah Desa Mandalamekar. Setiap tahun tidak kurang 5 truk batu dibeli warga desa Mandalamekar, untuk mengantisipasi kesulitan ketika musim hujan datang. Juga pemasangan dan pemeliharaan selalu dikerjakan Warga Desa Mandalamekar, tanpa ada sedikit pun kontribusi dari warga Desa Kersagalih walaupun faktanya jalan yang rusak berat semuanya ada diwilayah Desa Kersagalih. Hal ini juga yang menyebabkan sulitnya pemeliharaan setelah perbaikan karena jauhnya lokasi yang harus dikerjakan. Sementara PU Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini masih belum mau melirik kerusakan yang terjadi disepanjang jalan PU Kabupaten tersebut. Warga Desa Mandalamekar sudah berbuat maksimal, termasuk juga, warga saat ini bila dilihat dari pembayaran PBB warga Desa Mandalamekar saat ini sebagai maskot Kabupaten Tasikmalaya. Pada tahun 2007 Desa Mandalamekar menjadi urutan ke 1 dan tahun 2008 urutan ke 3, sementara pada tingkat kecamatan menjadi urutan pertama atau kedua hanya dengan hitungan jari saja perbedaan waktunya.

Warga Cinangsi bergotong royong membersihkan jalan Protokol  diperbatasan desa, di blok Cigarang

Warga Cinangsi bergotong royong membersihkan jalan Protokol diperbatasan desa, di blok Cigarang

Memang sulit dipahami kenapa Desa Mandalamekar dibidang Infrastruktur selalu ditinggalkan. Selain ketaatan warga, Desa Mandalamekar juga lebih dari 60 % telah memilih Bupati yang memimpin sekarang dan jalan ini juga sangat diperlukan oleh lebih dari 5 desa, karena jalan tersebut melintasi dua kecamatan sebagai jalan alternatif Papayan – Cikatomas. Kalau alasannya adalah berbeda partai, dalam pemilu sebelumnya hal itu sesungguh kita sedang dijajah orang orang berkulit sawo matang yakni bangsa kita sendiri. Mereka tidak lagi berpikiran sehat ataupun objektif, bukankah dahulu juga orang orang yang dekat dengan Belanda bisa hidup enak, terus apa bedanya dengan saat ini.

Dengan alasan diatas rasanya kita semua warga yang berkepentingan dengan jalan tersebut semestinya bahu membahu mengantisipasi keadaan diatas. Seharusnya tidak lagi terdengar alasan ketika dibutuhkan kontribusi nyata malah mereka berkata ”kami bukan warga Mandalamekar, domisili kami sesuai KTP bukan warga Mandalamekar”. Bila perlu kita mestinya bersatu untuk mengantisipasi. Kita kembali berswadaya diwilayah desa Kersagalih dan menyumbang kepada PU Kabupaten Tasikmalaya. Seperti yang telah dilakukan Warga Desa Mandalamekar pada tahun 2004, walaupun keadaan sekarang kondisi jalan jauh lebih parah tidak kurang 800 meter jalan yang harus diperbaiki disetiap tanjakan.

Ada harapan memang dengan dilantiknya Anggota DPR yang baru saja dilakukan pada September 2009. Kita semua sedang menantikan kinerja dan kerjasama yang baik antara Pemerintahan Desa, Anggota DPR, Jajaran Birokrasi dan tentunya dengan pimpinan atau Bupati Tasikmalaya. Harapan itu muncul ketika kerja sama itu telah menghasilkan pembangunan Puskesmas Pembantu(PUSTU) atas inisiatif caleg saat itu sebagai bentuk upaya peningkatan kesehatan Masyarakat.

Saat ini sedikit sulit mengerjakan perbaikan jalan diwilayah lain, karena Pemerintahan dan masyarakat sedang konsentrasi dalam pembangunan kantor desa dan gedung serbaguna, karena perlu adanya sarana yang representative guna meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang pada akhirnya juga meningkatkan kesejahteraan masarakat.

Kalau semua Warga Desa Mandalamekar mau bersatu, baik warga yang menetap ataupun merantau, pembangunan kantor desa dan gedung serbaguna akan segera selesai seterusnya kita berupaya memperbaiki jalan yang ada diwilayah Desa Kersagalih karena yang paling terkena dampaknya adalah warga desa Mandalamekar. Seperti gunung yang kelihatan besar, kokoh dan menjulang tinggi ternyata hal itu terdiri dari partikel partikel yang kecil. Mulai saat ini marilah bersatu dalam aplikasi nyata, kita selesaikan masalah bersama sama, yang mampu dikerjakan kita kerjakan bersama tanpa harus saling menyalahkan, menuju Desa berkembang 2016, Desa Wisata 2020 dan Desa Mandiri 2026.

Sebenarnya masih banyak yang perlu disampaikan dalam tulisan ini Insya Allah kedepan penjelasan lainnya akan diupayakan, apapun komentar anda dalam blog ini telah menjadi media pendidikan dalam meningkatkan kedewasaan demokrasi di Desa Mandalamekar.

7 Responses to “Bewara ti Palemburan”

  1. heri Says:

    Keep on the track and let the negative comment for mandalamekar People’s
    bravo mandalamekar, htr nhn.

  2. Deni Suryana Says:

    Saya sebagai warga yang intens pulang pergi Cinunjang (Mandalamekar) Bandung merasa sangat sedih ketika tiap pulang hambatan utamanya adalah jalan yang rusak. Untuk pemerintah Kabupaten Tasikmalaya saya ingin bertanya sejauhmana komitmen anda untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat???jika infrastrukturnya tidak di bangun, bagaimana perekomian akan bergerak!!!!
    Mandalamekarku jaya lah selalu….

  3. dilla Says:

    Good luck?!?!

  4. ua nolednad Says:

    leres kitu cep deni, uarang teh kedah bodo a;ewoh, ulah pinter kabalinger, muhun da eta teh kasebatna jalan KAGUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN TASIKMALAYA, KEDAHNA MAH DIPIROSEA,TANGGEL WALER, pami jalan Parungjagomh Mandalamekar kirang langkung 6 km (kagungaN pEMDA) DIPAPANTES, dipirosea kunu kagungannana, iNSYA ALLOH TARAP MASYARAKAT lalaunan bakal nambahan resiko dapir, margi eta teh jalur jalan ekonomi, kantenan pami diteraskeun dugi ka Lengkonmgbarang mah, tangtos di desa Mandalamekar tiasa ngawangun PASAR TRADISIONAL (URANG KOTA NGAJUAL KABUTUHAN URANG KAMPUNG, urangk kampung bisa bisa ngajual hasil tatanenna di bawa ku urang kota, perputaran duit teh panginten iasa bergulis), pami tos kitu mah urang Mandalamekar bisa ngarojong PROGRAM PEMERINTAH DINA RARAGA NGARONJATKEUN EKONOMI PADESAAN, KITU PANGINTEN NYA ? Manggs janten ” P e e r” Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya (exsecutif sareng legislatif00) wss. UA NOLEDNAD

  5. ua nolednad Says:

    Leres pisan cep Deni, eta jalan teh mamgrupikeun sarana keur ngaronjatkeun ekonomi di padesaan, masyarakat desa Mandalamekar teh sanajan geus cape ngayakeun rereongan boh di jalan kampung2 oge nu sejenna KACIDA ngaharepkeun jalan kagungan Pemerintah Kabupaten Tasikmlaya di toong ku para INOHONG boh BIROKRASINA, boh LEGISLATIFna, tong jongjon mung ngarumuskeun na korsi bae.Saupamina jalan nu kagungan Pem Kab Tasikmalaya dipirosea ku mantena insya Alloh kahirupan rahayat padesaan saeutikna rada CENGHAR, TIASA URANG NGADEGKEUN PASAR TRADISIONAL, ari pasar teh kan tempatna nu ngajuak jeung nu meuli, perputaran duit bakal karasa, atuh meureun para SAUDAAR ti dayeuh mawa dagangan kabutuhan urang kampung, atuh urang Mandalamekar bisa ngajual hasil komoditina, boh lalab lalaban, boh bubuahan, jeung meureun tarap hirup ekonomi bakal karasa, ari kiwari kumaha ? jigana boro2 bisa ngabantu proram Penerintah dina ngaronjatkeun ekonomi padesaan, keur urang lembur oge hede beleke. Kitu tah cep, atuh SEMOGA para INOHONG PEM KAB TASIKMALAYA. BOH BIROKRASINA ATAWA LEGISLATIFNA ulah benunta bari peureum, sakitu dulur ti ua.

  6. ahmad beni Says:

    percuma bp2 ade2 dulur sararea jln dibetulin juga yg untung kan bandar2?//// aja . kitamah kan hanya menikmati naik elf aja, coba klu sama2 kita tanggung jawab dibatasi dong muatan truknya mungkin cukup dgn kendaraan engkel aja itu pak kades

  7. ua nolednad Says:

    eta nu nuju dipajeng teh jalan desa sanes jln kagungan Pem Kab Tasikmalaya (Psr.gimtumg-Cibeureum), disuntik kudana PNPM srg swadaya masyarakat, moal percuma, margi ,amgrupikeun jalam alternateif pami bade ka dayeuh atanapi bade ka desa, brasna ka Ciwarak, hamdallah geuning dina memeres jalan teh ubyag sabilulungan, istri pameget (mangga upami angkat ka lembur dinten Kemis, tingali bari salantenan ngiring), da ari kedah mirosea jln kagungan Pem Kab Tasikmalaya mah pimanaeun waragadna, ari sanes ngaberes solokan, atanapi ngopras nu barala sisi jalan. deudeuh teuing cape – cape wargi gotomg royong gening disapirakeun, kedahna mah gaduh rasamensyukuri. nu tanggel waler jl psr.gintung-cibeureum sagaka sesuatuna nya Pem Kab Tasikmalaya, kalebet masalah truk, bandar nu meuli, masyarakat nu mandalamekar nu ngajual hasil pepelakanana, saling menguntungkan. tah kitu IEA MAH MANAWI TEU LEPAT,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: