Ruyuk FM Gelar dialog Warga Peduli Sehat

Ibu ibu Desa Mandalamekar berfoto bersama dengan team dari BKKBN Jawa Barat setelah berdialog

Ibu ibu Desa Mandalamekar berfoto bersama dengan team dari BKKBN Jawa Barat setelah berdialog

Ibu-ibu Desa Mandalamekar mengikuti acara dialog warga peduli sehat di dusun Cinunjang Desa Mandalamekar. Kepala Desa Mandalamekar, Yana Noviadi mengatakan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan JRK Jabar melakukan dialog dan mensosialisasikan hidup sehat bagi masyarakat Desa Mandalamekar. Kegiatan yang berlangsung di gedung Mandrasah Cinunjang yang kemudian diteruskan di lokasi kawasan hutan mata air Karang Soak. Kegiatan yang berlangsung seharian penuh pada tanggal 16 Agustus 2008 ini merupakan rangkaian kerja sama JRK Jabar dan Radio Komunitas Ruyuk FM yang berada di wilayahnya.

Perwakilan dari BKKBN Jawa Barat dan Kepala Desa Mandalamekar sedang berdialog dengan ibu ibu dengan topik warga peduli sehat

Perwakilan dari BKKBN Jawa Barat dan Kepala Desa Mandalamekar sedang berdialog dengan ibu ibu dengan topik warga peduli sehat

Berbagai topik dan tips tips warga hidup sehat didiskusikan dengan penuh antusias dan santai untuk meningkatkan pemahaman dan pola hidup sehat bagi warga disamping juga berbagai informasi tentang kesehatan ibu dan anak serta kebersihan lingkungan.

Desa Mandalamekar selama ini tidak mempunyai akses kesehatan yang memadai. Dalam kondisi tertentu warga harus datang ke kota dalam jangka waktu tempuh lebih dari 2 jam padahal jaraknya hanya 30 kilometer saja.

Ibu ibu dengan bersemangat melakukan simulasi kesehatan yang difasilitasi BKKBN Jawa Barat

Ibu ibu dengan bersemangat melakukan simulasi kesehatan yang difasilitasi BKKBN Jawa Barat

Kepala Desa Mandalamekar dan staff BKKBN berfoto bersama usai dialog Warga Peduli Sehat

Kepala Desa Mandalamekar dan staff BKKBN berfoto bersama usai dialog Warga Peduli Sehat

One Response to “Ruyuk FM Gelar dialog Warga Peduli Sehat”

  1. Lenong Says:

    “Dalam kondisi tertentu warga harus datang ke kota dalam jangka waktu tempuh lebih dari 2 jam padahal jaraknya hanya 30 kilometer saja.”
    Eta teh mun nganggo jalan parung jagong nu reksak kacida… tah mun nganggo jalan alternatif “nu kukurilingan” tea, janten sabaraha jam nya? Komo mun nyandak pasien nu teu damang mah… khawatos kanu teu damang.. tebih teuing.. dicandak “kukurilingan” heula mah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: