80 Kubik Batu terkumpul

 

Warga sedang mengangkut Batu yang siap digunakan untuk pembangunan GOR

Warga sedang mengangkut Batu yang siap digunakan untuk pembangunan GOR

Warga Desa Mandalamekar yang berada di 4 kedusunan bahu membahu kerja bakti untuk menyiapkan minimal 80 Kubik Batu untuk pondasi Balai Desa dan GOR Desa Mandalamekar. hal ini terungkap pada pertemuan panitia pembangunan bale desa dan GOR di rumah Kuwu Mandalamekar. hadir Ketua Panitia Pembangunan, Mang Lili, Kuwu Mandalamekar-Yana Noviadi, Punduh tokoh masyarakat Mandalamekar-Entang dan Ade, Kokolot Mitra Alam Munggaran-Mang Tata, tokoh masyarakat Ua Nolednad, RT 3 dusun Cinunjang-Mang Mamat, Irman Meilandi dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. 

Warga Desa Mandalamekar menggali dan menyiapkan kebutuhan batu buat pondasi GOR dan Bale Desa

Warga Desa Mandalamekar menggali dan menyiapkan kebutuhan batu buat pondasi GOR dan Bale Desa

Pertemuan juga membahas tentang penghargaan yang diberikan Seacology Foundation untuk membantu proses pembangunan Bale Desa dan GOR Mandalamekar atas upaya masyarakat Mandalamekar yang berkomitmen untuk terus menjaga hutan mata air/lindung yang ada di Desa Mandalamekar dan upaya penghinjauan kembali dikawasan hutan tersebut. 

Panitia Pembangunan akan berusaha mencari solusi untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan bale Desa dan GOR ini. Ketua Panitia, Mang Lili sangat menharapkan adanya partisipasi warga Mandalamekar yang berada di perantauan dan tentu saja yang bermukim di Desa mandalamekar. Menurutnya pembangunan GOR dan Bale Desa sendiri akan dilakukan secepatnya dalam jangka waktu 5 bulan ke depan. Saat ini panitia sedang membuat proposal pembangunan GOR untuk warga.

3 Responses to “80 Kubik Batu terkumpul”

  1. Endang Abdurrahman Says:

    Semoga jerih payah masyarakat Mandalamekar dalam mewujudkan cita-cita memiliki GOR terwujud. Sehingga menjadi kebanggaan masyarakat dan generasi yanga akan datang. Selamat Berjuang!

  2. richarth charles Says:

    saya sangat bangga dengan hal ini saya berharap suatu saat semua masyarakat bisa seperti ini, karena ini merupakan suatu pembelajaran berharga dimana masyarakatnya memiliki kesadaran untuk mempertahankan apa yang ada disekeliling mereka walau tak terlalu luas dan besar seperti di Papua namun mereka sadar bahwa yang tersisa itu ternyata menjadi sumberkebutuhan dan sumber hidupnya. kalo semakin banyak lahan yang bisa di konservasikan seperti desa madalamekar, semua aktivis lingkungan hidup tidak perlu lagi untuk bekerja keras.

  3. Intsia Says:

    Waaaw, hidup masyarakat Mandalamekar. Salut buat Irman…,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: