Web resmi Desa Mandalamekar di www.mandalamekar.desa.id

January 15, 2012

Desa Mandalamekar saat ini sudah punya website resmi yakni http://www.mandalamekar.desa.id

Hongkong Park, Mungil itu Bukan Berarti Kecil

October 6, 2011

Peta Hongkong Park

Barkeley/USA, Suara Komunitas (Ruyuk FM). Apa yang harus diperbuat saat Transit 8 jam di Hongkong ? Terlintas bayangan membosankan jika itu terjadi. Naluri menggunakan wejangan dari om google pun dilakukan dengan mencari tahu bagaimana bisa memasuki wilayah Hongkong ?. Syukur segala informasi tentang bagaimana cara menuju Hongkong tidaklah merepotkan. Informasi bahwa memasuki dan tinggal tidak lebih dari 30 hari di Hongkong, tidak memerlukan Visa masuk menjadikan terawangan sebelum berangkat menjadi sebuah peluang yang tiada tara bagi seorang Petani untuk menikmatinya selama 8 Jam. Tidak lagi banyak informasi yang dicari, selain mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan sekitar 5 jam menuju Hongkong dengan menggunakan Pesawat Air Bus A 330 Chatay Pacific. Persis Jam 00.05 Waktu Indonesia Barat  (Selasa, 4/10) Pesawat yang kami tumpangi tinggal landas dengan mulus.

Sesuai jadwal kami pun tiba di pagi hari (05.50 waktu Hongkong). Berbekal informasi dari Mang Google, diberanikan diri ikut mengantri di loket Imigrasi Hongkong. Luar biasa, pengalaman beratus ratus tahun jadi tujuan wisata, ternyata Imigrasi Hongkong begitu ramah dan tidak banyak bertanya dan menyampaikan “Welcome to Hongkong, Have a nice day” sambil bunyi ketuk ketuk stempel izin masuk untuk 30 hari bermukim di Hongkong. Jalan Tuhan lagi baik, pas keluar ada yang negor, “dari Indo ya?”. Anggukan dibalas dengan jabatan erat sambil menyebut nama Herman dari Jawa Timur. Sepontan di jawab “Wow nama kita tidak jauh berbeda, namaku Irman.” Herman kerja lebih dari 7 tahun di Arab Saudi sebagai petugas listrik disalah satu supermarket di kota Madinah. Dia menawarkan diri untuk sama sama jalan ke Hongkong dan menyampaikan bahwa dirinya punya saudara yang akan memandunya selama di Hongkong.

Sambil menunggu penjemput, kami pun ngobrol cukup mendalam tentang latar belakang keduanya. secara personal informasi mengenai rencana perjalanan ke Amerika pun di jelaskan secara rinci begitupun sebaliknya. Mengenai mau kemana kami di bawa sepenuhnya diserahkan kepada saudara yang akan menjemput. Tidak lama berselang yang disebut saudara pun datang. Ternyata yang jemput seorang perempuan muda nan cantik bernama Yuni berasal dari Kediri. Sebagai orang yang cukup paham dan sebagai kawan baru momen pertemuan tersebut dibiarkan sepenuhnya kepada mereka berdua. Kami berangkat menuju Kota Hongkong dengan menggunakan bus bertingkat E 11 jurusan Central. Selang 1.5 jam kami pun tiba dan berhenti di halte Admiral Hongkong, tentu saja perjalan menuju ke arah itu mata yang sudah 2 tahun hanya berkebun ini ga pernah berkedip melihat hebatnya infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan gedung perkantoran sambil bertanya pada diri sendiri, “Kenapa Hongkong bisa seperti ini sementara negara super kaya sumber daya seperti Indonesia ga bisa ya ?”. Ah lupakan itu pertanyaan itu, matapun fokus untuk mempelajari Hongkong dari bus kota sambil melirik jam berapa banyak waktu sampai ditujuan agar dapat mengatisipasi saat pulang ke bandara. Oh ya, Bandara Hongkong saat ini punya fasilitas Kereta Cepat (Airport Express) yang hanya butuh waktu 24 menit, sementara dengan bus yang saya tumpangi butuh 90 menit.

Saat tiba di Admiral, mata pun berusaha mencari tanda dimana posisiku berada. Kebiasaan membaca sewaktu sekolah, memudahkan cara mengenal Hongkong. Tahun 90-an Hongkong mengenalkan salah satu bangunan megah yang jadi kantor HSBC. ternyata bangunan tersebut tidak jauh dari pandangan ini. Jadilah “I am in Hongkong Now”. Mba Yuni yang sudah 2 tahun bekerja di Hongkong pun membimbing kami menuju bangunan dengan menggunakan tangga berjalan yang cukup tinggi. Ga ngerti dan ga ngeh mau dibawa kemana orang kampung ini. Diluar dugaan, setelah melewati beberapa tingkat (kalau di bandingkan naik gedung) kami bertiga tiba di sebuah jalan yang kendaraannya cukup padat. “Pertanyaanku, Dimana ini ?” Tanpa keluar dari mulutpun, Mba Yuni kelihatannya sudah mampu mendengar pertanyaan polos ini. Dia dengan gamblang menjelaskan bahwa kami bertiga saat ini berada di Hongkong Park. Salah satu tempat unik yang dipunyai otoritas Hongkong dan menjadi salah satu tujuan wisatawan yang tidak punya waktu luang (Seperti kami berdua-Herman dan Irman) untuk datang ke Hongkong. Diam dan tidak banyak bertanya langsung karena pikiran ini dikalahkan oleh keingintahuan, Apa yang disebut Hongkong Park ini ?. Kenapa berada di tengah tengah bangunan super jangkung ?, bagaimana membuatnya ? Apa manfaatnya ? dan banyak pertanyaan hati ini yang tidak sempat keluar dari mulut yang membisu ini.

Hongkong Park

Berusaha untuk mengenal Hongkong Park ?. Kamera yang menempel ini dialihkan untuk mencari peta dan membaca semua informasi yang tertera. Tidak banyak info diperoleh, carapun dirubah. keberanian pun ditambah untuk berinteraksi dengan Mba Yuni yang terus berpegang erat dengan Wong Ponorogo ini. Pertama Yuni mampu menjelaskan ada apa saja di areal taman seluas 8 hektar ini. Yuni dengan fasih membawa diri ini seolah olah sudah mengenal Hongkong Park bahwa didalamnya ada bermacam tumbuhan, bunga, kolam, air terjun, gua, satwa burung dan bangunan tua megah berdiri ditengah tengah taman. 8 Hektar dan berada di kemiringan tapi mampu menampung begitu banyak jenis tumbuhan dan hewan, sambil menunjuk kearah ketinggian mba yang dulunya pingin kuliah tapi malah terdampar di Hongkong ini menerangkan, “Mas di atas sana itu kita bisa melihat banyak kupu kupu”. Diam, mendengar dan terus memantau lokasi bagiku lebih penting.

Pertanyaanku mulai mengarah pada bagaimana kebiasaan Yuni saat punya waktu luang, “Apakah Yuni punya banyak teman di Hongkong ?”, dengan mantap dia menjawab “YA”. Apakah lokasi ini jadi ajang untuk bersilaturahmi ? dia bilang Ya, tapi ada lokasi yang jadi favorit para pekerja asal Indonesia yakni Causeway Bay. Di sana begitu banyak orang kita berkumpul, kami pun sering beribadah bersama dan sesekali hanya kongko kongko. Kami (Yuni dan kawan kawan) sering bertemu di Hongkong Park karena lokasi ini dengan tempat tinggal saya dekat sekali, sambil menunjuk satu bangunan tinggi yang bagi saya secara sepintas bangunan tersebut sulit dibedakan dengan lainnya.

Sekali lagi menurut Mang Google, Hongkong Park ini mulai dibuka pada tahun 1991 dengan biaya sebesar 398 Juta Dollar. Bukti lain dari keseriusan Pemerintah Hongkong dalam melayani masyarakat bahwa betapa penting warganya mendapatkan hak menghirup udara segar, bebas dari kebisingan, berhak untuk mendapatkan media untuk berinteraksi dan tentu saja keberadaan taman ini akan menambah nilai jual pariwisata dan kunjungan wisatawan mancanegara.

Tulisan ini didedikasikan buat Warga Mandalamekar terutama anggota Mitra Alam Munggaran yang telah melakukan hal hal mungil di desanya dan manfaatnya bukan saja untuk dirinya tapi untuk dunia. Suatu usaha yang tidaklah sia sia, hal luar biasa yang diakui dunia. Mungil bukan berarti kecil dan tidak berarti, tapi keberadaan Hongkong Park semoga dapat dilihat oleh pemimpin bangsa Indonesia untuk memperhatikan usaha usaha mungil seperti di Desa Mandalamekar. Tidak lupa kepada saudara Herman dan Mba Yuni, semoga tali silaturahmi Arab Saudi dan Hongkong bisa diteruskan di jenjang yang lebih serius.

Mengenal jauh tentang Hongkong Park, silahkan tanya Mang Google saja ya. Sementara itu untuk mengenal kami lihat di http://mandalamekar.or.id dan https://mandalamekar.wordpress.com

Warga Mandalamekar Kembangkan Sistem Operasi Komputer Berbahasa Sunda

July 19, 2011

Hasil karya Mandalamekar Go Open Source Gethux Siga Ruyuk 1.0

Mandalamekar, Ruyuk FM. Pemerintah Desa (Pemdes) Mandalamekar mempersiapkan sistem operasi komputer khusus untuk mendukung gerakan Mandalamekar Go Open Source (MGOS). Sistem itu menggunakan bahasa Sunda dan rancang bangun antarmuka yang menunjukkan potensi yang ada di daerah itu.

Hal itu disampaikan oleh Yana Noviadi, Kepala Desa Mandalamekar disela-sela pelatihan pemasangan dan pemaketan sistem operasi open source di Radio Komunitas Ruyuk FM, Dusun Cinunjang, Mandalamekar, Jatiwaras, Tasikmalaya pada 16-17 Juli 2011. Sistem operasi yang dikembangkan oleh Pemdes Mandalamekar bernama Gethux Siga Ruyuk 1.0.

Gethux berasal dari bahasa Inggris Get dan Tux yang artinya raihlah kemerdekaan. Siga Ruyuk artinya Versi Belukar. Bila disatukan artinya meraih kebebasan ala masyarakat belukar atau kampung. Sistem itu merupakan perwujudan perjuangan warga Mandalamekar yang dianggap kampungan dan terbelakang dalam meraih cita-citanya, “leuweung nganteng kaca nunggal”.
“Kita ingin menjadikan bahasa Sunda menjadi bahasa komputer. Bila komputer menggunakan bahasa Sunda, banyak warga yang dengan mudah menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan kemampuan hidupnya,” jelas Yana.
Pengembangan Gethux Siga Ruyuk 1.0 ditargetkan akan selesai dalam Oktober 2011 sehingga masyarakat Jawa Barat bisa menikmati sistem operasi ini secara gratisan. Gethux Siga Ruyuk 1.0 dikembangkan dari basis Debian dan turunannya Ubuntu.
“Selama dua hari Pemdes dan pemuda Mandalamekar dilatih membuat dukungan bahasa Sunda. Saya senang menyaksikan antusiasme peserta,”  lanjutnya.
Gerakan MGOS bisa mengembangkan sistem operasi sendiri atas dukungan Komunitas Gethux Linux yang berpusat di Purwokerto. Pelatihan pemaketan langsung difasilitasi oleh Pri Anton Subardio, Kepala Pengembang Gethux. Gethux sebelumnya sukses mengembangan sistem operasi berbahasa Banyumasan yang telah meraih popularitas di Banyumas dan sekitarnya.
“Saya senang bisa mendukung gerakan MGOS, salut untuk warga Mandalamekar yang komitmen di kemandirian teknologi meskipun mereka hidup di pinggir hutan yang minim infrastruktur,” ujar Anton.

Ruyuk FM Ikuti EDP di KPID Jabar

July 1, 2011

Team Ruyuk sedang melakukan evaluasi dengar pendapat dengan KPID, Balmon dan Dishub

Bandung, Ruyuk FM (30/6/11). Ragam masukan saran dan perbaikan yang ditujukkan kepada pengurus Radio Komunitas Ruyuk FM mengemuka di Acara Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) di aula Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat kamis kemarin. Program dan waktu siaran menjadi perhatian khusus oleh para komisioner agar pengurus Ruyuk menyelaraskan dengan Pedoman Prilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Pengurus Ruyuk diminta untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan informasi tentang Rakom Ruyuk, kemudian dilanjutkan dengan dialog antara Ruyuk dan peserta EDP lainnya. 3 anggota komisioner, perwakilan dari Balai Monitoring Kelas 2 Bandung, staff Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya, 12 pengelola Rakom Ruyuk didampingi Ketua dan Bendahara Jaringan Radio Komunitas Jawa Barat hadir dalam acara tersebut.

“Kami meminta Ruyuk FM untuk menambahkan skema pemancar yang belum dimasukkan dalam proposal pengajuan IPP ini” saran dari staff Balmon.

Masukan lainnya adalah pengurus diminta untuk melengkapi administrasi pendukung yang berjumlah minimal 250 orang ini dengan dibuktikan poto copi KTP pendukung tersebut.

Ketua Dewan Penyiaran Komunitas (DPK) Ruyuk FM, Yana Noviadi mengatakan bahwa pengurus mendapat begitu banyak masukan dan saran untuk melengkapi proposal perijinan yang kami masukkan.

“Sepulangnya dari EDP ini, kami harus bekerja keras lagi karena KPID hanya memberikan waktu 1 minggu untuk menyelesaikan perbaikan proposal ini. Kami merasa bahagia proses dialog dalam EDP ini benar benar telah membantu Ruyuk untuk mendapatkan izinnya” ujar Yana Noviadi

Hal lainnya ditambahkan pengurus Ruyuk FM, Momoh Salamah dalam menanggapi permintaan KPID untuk melengkapi bukti pendukung bahwa Ruyuk selama ini sudah banyak anggotanya sehingga akan memudah pengurus untuk memperoleh bukti tersebut.

“Seminggu waktu yang cukup untuk mempersiapkan perbaikan tersebut. Ada yang membahagiakan kami saat ada komentar dari komisioner yang melihat ada komungkinan keberadaan Ruyuk FM sebagai contoh pengelolaan Radio Komunitas di Jawa Barat, dimana kami cukup banyak tersedia Sumber daya manusianya” Ujar Ibu Momoh yang diiyakan oleh pengurus lainnya.

Radio Komunitas di Priangan Timur Kembangkan Pewartaan Warga

June 3, 2011

Mandalamekar. Radio-radio komunitas di wilayah Priangan Timur tengah mengembangkan pewartaan warga untuk menyebarluaskan informasi. Kegiatan ini diawali dengan pelatihan pewartaan di Radio Komunitas Ruyuk FM, Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Tasikmalaya pada 29-30 Mei 2011.

Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari Tasikmalaya, Subang, dan Sumedang. Tiga daerah lainnya, Garut, Banjar, dan Ciamis tidak bisa hadir karena di saat yang sama tengah ada kegiatan.

Menurut Irman Meilandi (37), Penyunting Suara Komunitas Priangan Timur, radio komunitas harus mampu menyampaikan kondisi nyata di masyarakat dengan cara pandang warga. “Suara warga sulit mendapatkan tempat di media arus utama. Radio komunitas harus mengambil peran ini supaya aspirasi rakyat juga terdengar,” ujarnya.

Setelah pelatihan, antarradio komunitas melakukan pertukaran informasi melalui portal suarakomunitas.net. Portal ini dikelola oleh para pegiat media komunitas di Indonesia. “Jarak antarradio sangat jauh, internet menjadi pilihan alat pertukaran informasi yang tepat,” lanjut Irman.

Hal serupa dikatakan oleh pegiat Radio Ruyuk FM, Yana Noviadi (43). Menurutnya jaringan kerja antarradio di wilayah Priangan Timur sangat penting. Wilayah ini menghadapi persoalan yang sama, yakni prasarana publik yang buruk, kerusakan alam, dan banyak potensi ekonomi yang belum tergarap. “Perlahan-lahan radio komunitas didorong untuk menjadi media penguatan aspirasi warga dan peningkatan ekonomi,” tegasnya. Suara Komunitas

http://suarakomunitas.net/baca/15318/radio-komunitas-di-priangan-timur-kembangkan-pewartaan-warga.html

Pemerintah Desa Mandalamekar Selenggarakan Pelatihan Open Source

June 3, 2011
Mandalamekar, Perangkat desa dan warga Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikalaya, Jawa Barat, mengikuti pelatihan piranti lunak sumber terbuka (open source) pada hari Minggu (28/5/2011). Pelatihan difasilitasi oleh Tim COMBINE Resource Institution (CRI), Yogyakarta  bertempat di studio Radio Komunitas Ruyuk FM, Desa Mandalamekar.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan open source yang diikuti oleh Kepala Desa Mandalamekar, Yana Noviadi (43) pada awal Mei 2011 di Infest Yogyakarta. Pelatihan  ini rencananya akan berlangsung hingga 31 Mei 2011.
Menurut Yana Noviandi (43), kegiatan ini untuk mewujudkan gagasan Mandalamekar Go Open Source (MGOS) yang dicanangkan pada awal bulan Mei 2009. MGOS merupakan bukti keseriusan Pemerintah Desa Mandalamekar untuk mendukung program Pemerintah Republik Indonesia dalam kemandirian teknologi (Indonesia Go Open Source) yang telah dicanangkan 30 Juni 2004.
Diawal pelatihan para peserta mempelajari instalasi sistem operasi Ubuntu 10.04, penggunaan internet dan modem,  penggunaan aplikasi audio dan video, dan aplikasi kantoran Open Office yang langsungsung dipraktekan dalam sistem impormasi Pemerintah Desa Mandalamekar.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Dengan menggunakan sistem open source (linux), kami lebih bersemangat bekerja karena data yang disimpan jauh lebih aman. Sebelumnya, data Pemerintah Desa Mandalamekar sering terkena virus sehingga kami harus mengetik ulang hal yang sama,” ujar Priat Sukmana (42), Perangkat Pemerintah Desa Mandalamekar di sela-sela pelatihan.
.
Serangan virus menurunkan semangat kerja dan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. Pembuatan laporan ke tingkat kecamatan atau kabupaten juga sering tersendat.
“Padahal kami menggunakan perangkat lunak sistem berbayar, “ lanjut Priat
Sementara itu, Sandi Kamal (34), warga Desa Mandalamekar mempertanyakan kemauan Pemerintah yang telah mencanangkan program kemandirian teknologi. Hingga kini, pemerintah justru mempertahankan penggunaan piranti lunak berbayar yang terbukti tidak aman.
“Setelah mempelajari sistem open source, saya merasa tidak ketinggalan. Data yang kita simpan lebih terjamin keamanannya. Teknologi ini mendukung kreativitas anak muda di bidang teknologi informasi dan komputer, terlebih kita bisa mendapatkannya secara gratisan,” ujarnya.
Kepala Desa Mandalamekar ,Yana Noviadi (43), mengaku senang dengan antusias pemerintah Desa Mandalamekar dan warga yang mengikuti pelatihan. Pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan warga dalam dunia teknologi informasi dan komputer,

“Mudah-mudahan pelatihan ini akan mempercepat terwujudnya gagasan Mandalamekar Go Open Source (MGOS), “ pungkasnya.

Gugup dan Tegang, Peserta UN di SMPN 2 Jatiwaras Banyak Alami Kesalahan

April 25, 2011

Desa, Ruyuk FM.  Hari ini (25/4), para siswa SMPN 2 Jatiwaras di Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengikuti hari pertama Ujian Nasonal pelajaran Bahasa Indonesia. Rasa gugup dan tegang terlontar saat Ruyuk FM melakukan wawancara singkat dengan sejumlah siswa saat meninggalkan masing masing kelas. Abdul Aziz, siswa asal Mekarjaya, Desa Mandalamekar menyampaikan bahwa dirinya merasakan gugup dan tegang saat pertama kali mendapatkan soal ujian.

“Saya tidak yakin dengan beberapa soal ujian, karena saat UN dimulai perasaan gugup datang tiba tiba,”ujar Aziz.  Hal yang sama disampaikan seorang siswa perempuan asal yang sama, dimana perasaan gugup membuat dirinya mengalami kesulitan dalam mengisi soal UN.

Kesalahan-kesalahan teknis yang dilakukan siswa karena gugup dan tegang menjadi perhatian para pengawas UN. Kebanyakan para peserta melakukan kesalahan pada saat mengisi kode mata pelajaran, nama dan saat mengisi lembar jawaban. “Bayangkan kami menemukan dalam satu kelas  terdapat 5 siswa yang melakukan pengisian mata pelajaran dan nama siswa dengan benar, sisanya kami meminta para siswa untuk memperbaikinya” ujar perwakilan guru pengawas dari SMPN 3 Jatiwaras.

Menurut Panitia UN, Ade Priatna, S.Pd, kesalahan teknis yang dilakukan oleh para peserta UN akan berdampak pada kegagalan siswa untuk lulus karena sistem tidak dapat membaca hasil kerja siswa tersebut. Sehingga panitia meminta dengan sungguh sungguh kepada para pengawas untuk mengi

Siswa SMPN 2 Jatiwaras sedang mengikuti UN 2011

ngatkan, mengecek dan memperbaiki kesalahan teknis tersebut yang akan berakibat fatal bagi para peserta UN.

“Kami pernah mengalami kejadian serupa beberapa tahun lalu dimana seorang siswa yang cukup berprestasi dan masuk sepuluh besar tidak melakukan pengisian dengan benar hingga siswa tersebut tidak lulus, kami dapat merasakan penderitaannya”tegas Ade.

Tim Ruyuk ngiring Pelatihan Bambu di Cibinong

April 23, 2011

Peserta Pelatihan bambu sedang mengikuti acara pembukaan dan ajang motivasi

Cibinong, Ruyuk FM. Anggota Mitra Alam Munggaran mengikuti Pelatihan pengolahan Bambu di Yayasan Bambu Indonesia (YBI), Cibinong, Kabupaten Bogor pada tanggal 19 – 21 April 2011. Nurjani, Makmur, dan Dian adalah 3 peserta dari 20 peserta yang berasal dari Indramayu, Bogor, Sukabumi, Garut, dan Tasikmalaya yang difasilitasi oleh Yayasan Kehati, YBI dan Alstom. Menurut Nurjani, keberadaan team dari ruyuk telah mewarnai proses pelatihan yang sangat padat, beragam dan penuh dengan budaya kesundaan tentang bambu.

“Banyak hal kami lakukan seperti mengetahui filosofi pohon bambu, menanam bambu, memelihara, cara dan waktu menebang, pengawetan secara alami dan mengolah bambu menjadi produk produk unggulan dan layak untuk diperjualbelikan,” ujar Kang Jani.

Read the rest of this entry »

SMP N 2 Jatiwaras Siap Ikut Ujian Nasional

April 23, 2011

Kepala Sekolah SMPN 2 Jatiwaras, Suryana Alwardi, S.Pd, M.Pd

Desa, Ruyuk FM, Sebanyak 123 siswa kelas 9 (sembilan) SMPN 2 Jatiwaras di Desa Mandalamekar siap mengikuti Ujian Nasional SMP yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 – 28 April 2011. Kepala Sekolah SMPN 2 Jatiwaras, Bapak Suryana Alwardi, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa siswanya siap mengikuti 4 mata pelajaran yang diujiankan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

“Siswa sudah digembleng sedemikian rupa oleh para guru agar siap mengikuti ujian berupa pengayaan, try out dan pembahasan soal soal ujian tahun sebelumnya,” ujar Kepsek dengan penuh keyakinan.

Bapak Suryana menjelaskan selama ini siswa sekolahnya mempunyai pengalaman bagus dalam Ujian Nasional dengan tingkat kelulusan 100 persen. Seperti tahun tahun sebelumnya para siswa giat melakukan konsultasi, les dan menambah jam pelajaran bagi mata pelajaran tertentu.

“Alhamdulillah berkat keseriusan siswa dan dukungan semua pihak seperti doa orang tua dan masyarakat, selama ini siswa yang ikut UN, semuanya selalu lulus dan berprestasi,” jelas Suryana.

Read the rest of this entry »

Ruyuk FM di Gandeng Suara Komunitas

April 4, 2011

Peserta Pertemuan Editor Suara Komunitas Se Indonesia sedang membahas Buku Saku Pewarta Suara Komunitas di Hotel Penta, Cirebon

Cirebon, (Ruyuk FM), Radio Komunitas Ruyuk FM 107.8 MHz di percaya untuk menjadi editor dan Kontributor berita di Suara Komunitas (www.suara komunitas.net) untuk wilayah Tasikmalaya. Suara Komunitas adalah portal/situs pemberitaan berbasis internet yang kontributornya sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Untuk memulai kegiatan ini, Ketua Dewan Penyiaran (DPK) Rakom Ruyuk FM, Yana Noviadi pada tanggal 31 Maret 2011 di Kota Cirebon, menandatangi nota kesepahaman (MoU) dengan penggagas portal Suara Komunitas yakni lembaga Combine dari Yogyakarta

Read the rest of this entry »